Sebelum subuh, aku terdiam
Setelah aku tertidur lelap, terasa kucukupkan untuk melanglangbuana dalam mimpi. Dan terbangun, jam setengah empat pagi tadi. Niat sekedar membasahi tenggorokan dengan segelas air putih dari galon yang memang tinggal dileher galon ( habis ), sambil sejenak aku hirup udara luar kontrakan. Dan disitu aku terdiam.
Terdiam karena baru aku rasakan sehening itu lingkup dunia malam tadi. Aku ga bisa puitis, apalagi mengajak orang lain trenyuh. Tapi malam ini aku benar benar terdiam, bukan aku bingung. Suatu hal lumrah / biasa, disaat kita sediri, saat ketakutan di depan kita bahkan suatu keberatan sedang dialami kita, kita baru mengheningkan cipta, inget pada Sang Khaliq. Yang membuat aku terdiam, kapan aku ingat Engkau saat aku disibukan dunia? Sementara duniaku penuh dengan kebohongan, munafik, sombong, dan meremehkan.
Tak perlu dijawab, hal itu akan sekedar membawa kepiluan yang terdramatisir hati untuk menutupi keasliannya. Mungkin jawaban tak perlu diungkapkan, tapi hati yang memperlihatkan..
Subuhan dulu.. terima kasih

2 Komentar:
chu... instropeksi emang perlu chu.
aku juga suka begitu. kadang di tengahnya pikuk dunia
saat bergelumang dengan pekerjaan yang entah kapan selesainya
aku teringat semua yang telah kulalui, walau gak jelas tergambar di fikiran ku tapi cukup membuat aku menghela nafas dan mengucap Astagfirullo
aladzim...
Mbak dwina kayak nenek2 yg manggil chuchu-nya, hehehe...
Wah jam stengah 4 udh bangun.
Poskan Komentar